Memilih Tempat di TPU Dusun Jerenjeng, Jumat Curhat Kapolsek Sekotong Dengarkan Keluhan Warga

Terkini4 Dilihat

Lombok Barat, NTB – Jumat Curhat  Kapolsek Sekotong kali ini memilih tempat di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Dusun Jerenjeng Dusun Jerenjeng Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok barat.

Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Kedek Sumerta, SH mengatakan agar bisa mendengarkan keluhan masyarakat.

“Terutama menjelang masukannya bulan suci Ramadhan 1444H. Tahun 2023 ini, sehingga terjalin kemitraan dan pererat silaturahmi dengan masyarakat. Dalam balutan ukuwah  yang kokoh antara anggota polri dengan masyarakat,” ungkapnya.

Kali ini mendengarkan permasalahan-permasalahan ditengah masyarakat khususnya menjelang memasuki bulan suci  Ramadhon 1444H.

Adapun beberapa permasalahan yang disampaikan oleh warga antara lain Warga masyarakat meminta kepada Kapolsek Sekotong untuk mengantisipasi kegiatan anak anak muda. Yang kerap kali melakukan aksi balap liar pada saat bulan suci Ramadhan

“Warga mengharapkan Patroli Polsek Sekotong untuk menertibkan petasan yang kerap mengganggu ibadah Shalat Tarawih,” imbuhnya.

Kapolsek Sekotong menanggapi yang menjadi masukan warga terkait aksi balap liar dan petasan dengan memberikan beberapa penjelasan.

“Kegiatan Patroli Sekotong akan mengoptimalkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat aksi balap liar. Oleh anak-anak muda baik yang berasal dari luar wilayah Sekotong maupun dari Sekotong sendiri,” terangnya.

Akan melakukan penertiban pedagang kembang api bilamana ada ditemukan menjual petasan akan melakukan tindakan tegas.

“Menghimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengingatkan kepada putra putrinya untuk tidak menyelakan dan main petasan. Terutama saat umat muslim lainnya melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid yang dapat mengganggu kekhusukan warga umat muslim yang sedang beribadah,”bebernya.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa tidak cukup dengan pengawasan dari Kepolisian saja tanpa didukung oleh warga terutama sebagai orang tua yang kurang mengawasi putra putrinya.

“Besar harapan bahwa pengawasn terhadap anak anak mereka menjadi tanggung jawab bersama agar selama bulan suci Ramadhon 1444H,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *