Berita

Polisi Lombok Barat Lawan Stunting, 58 Minggu Bagi-Bagi Telur di Posyandu

×

Polisi Lombok Barat Lawan Stunting, 58 Minggu Bagi-Bagi Telur di Posyandu

Share this article
Polsek Kediri Konsisten Perangi Stunting

Lombok Barat, NTB – Polsek Kediri, Polres Lombok Barat, Polda NTB, kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi stunting di wilayah hukumnya. Pada Jumat (14/6/2024), mereka melanjutkan program ‘Polsek Kediri Peduli Stunting’ yang telah berjalan selama 58 minggu berturut-turut.

Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., mengatakan bahwa seluruh personel dengan kesadaran sendiri menyumbangkan satu butir telur setiap minggunya. Demi membantu menekan angka stunting di Kecamatan Kediri.

Kali ini Kanit Samapta Polsek Kediri turun langsung ke Posyandu Karang Bedil Timur, Desa Kediri Induk.
Telur-telur yang terkumpul dari seluruh personel kemudian menyerahkannya kepada kader Posyandu untuk mengolahnyah menjadi berbagai makanan sehat dan bergizi bagi balita, terutama balita yang mengalami stunting.

“Program ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap masa depan generasi penerus bangsa,” ujar AKP Jahyadi Sibawaih. “Kami harap setiap butir telur dapat memberikan kontribusi positif dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah kami.”

Kasi Humas Polres Lombok Barat, AKP I Gede Gumiarsana, menambahkan bahwa selama ini Polsek Kediri tetap kosisten dalam menjalankan program tersebut.

“Semoga semangat ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Kader Posyandu Karang Bedil Timur menyambut baik bantuan dari Polsek Kediri. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Desa Kediri Induk.

Apa Itu Stunting?

Mengutip dari geo.ugm.ac.id, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak kehamilan hingga usia 2 tahun). Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan di bawah standar usianya.

Selain mengganggu pertumbuhan fisik, stunting juga dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari.

Upaya pencegahan stunting memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan keluarga.

Pemberian makanan bergizi seimbang, ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin merupakan beberapa langkah penting dalam mencegah stunting.

Polsek Kediri telah membuktikan bahwa sekecil apapun kontribusi yang diberikan, jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *