BeritaOpini

Waspada Cuaca Ekstrem, Polisi Jaga Pesisir Lombok Barat

×

Waspada Cuaca Ekstrem, Polisi Jaga Pesisir Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Waspada Cuaca Ekstrem, Polisi Jaga Pesisir Lombok Barat

Lombok Barat, NTB Kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat tetap menjadi pusat perhatian aparat kepolisian dalam memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat pesisir. Mengingat kondisi atmosfer yang sulit diprediksi belakangan ini, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lombok Barat secara konsisten mengoptimalkan pengawasan guna mengantisipasi dampak buruk dari fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan aktivitas di laut maupun bibir pantai.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan rutin yang ditingkatkan dan patroli dialogis yang dipusatkan di sekitar wilayah wisata Senggigi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Personel kepolisian terlihat menyisir area pantai untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung dan pelaku usaha wisata guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di tengah tren kunjungan yang dinamis.

Edukasi Keselamatan dan Mitigasi Risiko di Tengah Cuaca Buruk

Dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Masyarakat (Polmas) perairan, personel Satpolairud tidak hanya sekadar melakukan pengawasan fisik, tetapi juga memberikan edukasi mendalam kepada para pengunjung. Kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi salah satu poin yang ditekankan, di mana petugas mengimbau masyarakat untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama Senggigi.

Namun, fokus utama dalam patroli kali ini adalah kewaspadaan terhadap fluktuasi cuaca. Petugas mengingatkan bahwa perubahan kondisi alam dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diminta untuk tidak lengah saat berenang atau beraktivitas di tepian pantai. Keamanan wisatawan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar, terutama saat angin kencang atau gelombang tinggi mulai tampak di cakrawala.

Kasat Polairud Polres Lombok Barat, Iptu L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat dini bagi warga. Pihaknya memahami bahwa kawasan pesisir sangat rentan terhadap perubahan suhu dan tekanan udara yang memicu gelombang tinggi.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Mengingat saat ini kondisi cuaca ekstrem sering terjadi secara mendadak, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengunjung di kawasan wisata untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujar Iptu L. Nursidi dalam pernyataan resminya.

Fokus Keselamatan Nelayan dan Pengguna Jasa Kelautan

Selain menyasar wisatawan, pengamanan ini juga diarahkan secara khusus kepada komunitas nelayan tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah tersebut. Pihak kepolisian menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan standar sebagai langkah antisipatif yang krusial terhadap risiko kecelakaan laut. Dalam dialognya, personel kepolisian memberikan penjelasan mengenai urgensi persiapan alat keselamatan seperti pelampung dan jaket keselamatan (life jacket) sebagai prioritas utama sebelum bertolak ke tengah laut.

Edukasi ini dinilai sangat penting mengingat nelayan seringkali berhadapan langsung dengan risiko tinggi di perairan terbuka. Iptu L. Nursidi menambahkan bahwa kelengkapan alat keselamatan bukan sekadar formalitas, melainkan alat pelindung diri utama yang dapat menentukan keselamatan nyawa saat menghadapi kendala teknis atau badai di laut.

“Keselamatan nelayan menjadi perhatian serius kami. Kami mewajibkan setiap nelayan yang hendak melaut untuk selalu membawa dan mengenakan alat keselamatan yang memadai. Jangan sampai mengabaikan prosedur standar, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak menentu seperti sekarang ini,” tegas Iptu L. Nursidi.

Pencegahan Kriminalitas dan Kesiapsiagaan Alutsista

Secara berkala, anggota jaga Pos Airud Senggigi juga mengintensifkan patroli di sepanjang garis pantai hingga area dermaga. Kegiatan preventif ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kriminalitas, termasuk potensi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering mengintai di lokasi keramaian.

Tak hanya fokus pada aspek keamanan darat, Satpolairud juga memastikan kesiapan operasional di sektor perairan. Petugas secara rutin melaksanakan pemeriksaan teknis terhadap kondisi Kapal Patroli XXI-1008 yang bersandar di area tambatan. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan mesin, sistem navigasi, hingga ketersediaan bahan bakar untuk memastikan seluruh alutsista dalam kondisi prima dan siap dimobilisasi sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat.

Hingga berakhirnya masa pelaporan pada hari ini, pihak Kepolisian Resor Lombok Barat mengonfirmasi bahwa situasi di wilayah hukum mereka tetap stabil. Tidak ditemukan laporan mengenai kecelakaan laut maupun aktivitas ilegal lainnya, seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak (destructive fishing), penyelundupan manusia, hingga pertambangan tanpa izin di area pesisir. Upaya preventif yang terintegrasi ini diharapkan dapat terus menjaga citra positif pariwisata Lombok Barat sebagai destinasi yang aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *